Diantara kebutuhan, keinginan dan mimpi
Posted by on November 7th, 2008Kadangkala dalam hidup kita semua selalu bertautan dengan tiga hal di atas
kalau ditanya pengertian setiap kata tersebut secara bahasa agak susah.
tapiiii contoh dalam kehidupan nyata akan lebih mudah dipahami dan dimengerti seperti contoh berikut:
saat kita sudah 3 hari tidak makan, maka kita akan bilang
“kita butuh makan”, kemudian dibumbui dengan
“kalo saya makan nanti inginnya sih lauknya ikan baronang”
terus ada yang nyeletuk
“sambil makan enaknya ditemani einstain kali ya, biar dijelaskan proses tiap butir nasi diperut jadi apa :p”
jadi, keliatan kan yaaa..
mana yang statusnya normal, important, dan urgent.
yang namanya butuh, mau sambil jungkir balik telentang tengkurep akan diusahakan supaya tercapai.
Satu tingkat di atas “butuh” adalah keinginan, yaah ini prinsipnya fifty fifty lah, sambil diusahakan tapi masih sempet leyeh-leyeh
yang terakhir ini adalah yang paling tidak saya sukai yaitu “bermimpi”
Alasannya simpel, tiap kali saya bermimpi indah saat tidur anak saya menangis dan saya terbangun ![]()
walaupun berusaha tidur lagi, tetep toh mimpinya tidak akan sama? apalagi seperti contoh di atas, wong einstein aja sudah mokat koq diajak makan bareng ;p
artinya apa?
artinya yang namanya mimpi itu adalah hal yang paling muskil untuk terlaksana di kehidupan nyata.
Nah bundas dan pandas bingung kenapa sih kita harus membahas itu semua?
akhir-akhir ini dalam bisnis saya yang kedua, saya diajarkan untuk bermimpi
katanya sih, mimpi itu menentukan tindakan nyata kita, jadi dianggap sebagai motivasi hidup.
Dan jujur saya tidak berhasil ![]()
kenapa? ya karena saya mengacu pada pengertian di atas.
Akhirnya saya membuat skala kebutuhan dan keinginan dengan menghilangkan mimpi.
kebutuhan saya kemaren adalah punya kerudung hijau seperti punya Nadia yang menandakan “jabatan” tertentu
dan mentraktir keluarga saya makan di luar kalo week end.
karena saya menandai item tersebut dengan kebutuhan saya berhasil mendapatkannya!
Mungkin anda bermimpi “membelikan orang tua mobil keluarga”
kenapa gak dirubah menjadi “orang tua saya butuh mobil keluarga, karena mereka sudah tua sudah tidak bisa naik motor atau angkot, pun tidak cukup uang untuk kemana-mana naik taxi karena sudah pensiun”
atau seperti mimpi saya yang ke-3
saya punya mimpi bisa bertemu orang tua saya setiap bulan
karena orang tua saya ada di seberang pulau yang tiap kali bertemu butuh uang di atas 1 juta
sekarang saya rubah menjadi “saya butuh bertemu orang tua saya minimal 1 bulan sekali, karena beliau sudah tua dan saya tidak ingin menyesal dikemudian hari”
artinya saya harus menyediakan uang lebih dari 1 juta setiap bulan, artinya dagangan saya harus laku sekian omzetnya harus naik sekian
tanpa sadar, kita sudah membuat tubuh dan otak menyusun rencana tersendiri untuk memenuhi kebutuhan tersebut
kenapa gak dirubah menjadi “saya butuh mobil CRV, karena anak saya butuh mobil CRV untuk ke dokter biar tidak kepanasan dan kehujanan, nanti kalo sakit tambah sakit kalo naik motor”
mana yang lebih membuat anda berusaha lebih keras?
insya Allah yang kedua ya..
Oke dari sekarang mari kita buat list kebutuhan “tambahan”
naikkan semua status mimpi dan keinginan menjadi “kebutuhan dan urgent”
segera “penuhi kebutuhan anda dan keluarga” alih alih “mewujudkan mimpi anda dan keluarga”
jadikan itu sebagai post it depan komputer
cover buku agenda, atau bahkan screen saver handphone ![]()
biarkan kebutuhan tersebut menjadi dopping supaya darah anda mengalir lebih cepat
dan membuat anda bekerja lebih giat.
NB : Nulisnya sih dah lamaaaaaa tapiii baru bisa ke update sekarang, secara kemaren-kemaren situasi di Santiago F2/48 belum normal, dari widyas yang penuh order cookies lebaran, trus mudik hampir 1 bulan, disambung adit masuk rumah sakit, ditambah lagi gak ada asissten rumah tangga huahuahuahaua.. complete!!!!!!!
tapiii sebenarnya semuanya bisa terkendali kalo kita gak banyak komplen sih
cumaaaaann saya ini emang hobi komplen koq kekekeke..








Recent Comments